Klub Sehat Jakarta – Beeru Indonesia menghentikan sementara penjualan produk pemanis Beeru Stevia. Hal ini menyusul polemik dugaan ketidaksesuaian kandungan produk dengan informasi pada label kemasan.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul hasil pengujian laboratorium yang diungkap dokter sekaligus kreator konten Doktif di media sosial. “Sebagai pemilik brand, Beeru tetap bertanggung jawab. Langkah yang kami ambil saat ini adalah menghentikan sementara penjualan Beeru Stevia hingga proses verifikasi selesai,” tulis Beeru Indonesia dalam pernyataannya Kamis (29/10).
Dalam hasil uji yang ditampilkan Doktif, Beeru Stevia disebut mengandung karbohidrat sebesar 47,21 persen dengan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram sampel. Temuan tersebut menjadi sorotan karena produk itu dipasarkan dengan klaim nol kalori dan ditujukan antara lain bagi masyarakat yang sedang menjalani diet atau mengurangi asupan kalori.
Beeru Indonesia menyatakan tengah menelusuri informasi yang beredar dan berkoordinasi dengan pihak manufaktur untuk memverifikasi kandungan produk. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang muncul di tengah konsumen.
Namun begitu, Beeru menjelaskan bahwa produk tersebut dibuat melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, hingga proses produksi.
Dalam pernyataan lanjutan, Beeru menyebut pengujian laboratorium dilakukan terhadap sampel produk yang beredar di pasaran maupun yang tersedia sebagai stok. Pemeriksaan tersebut bertujuan memverifikasi kesesuaian kandungan produk dengan informasi yang tercantum pada kemasan.
“Proses pengujian laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu 7 hari kerja. Kami akan menyampaikan informasi terbaru segera setelah hasil uji lab kami terima,” tulis Beeru.
Perusahaan memastikan seluruh penjualan Beeru Stevia tetap dihentikan sementara selama proses verifikasi berlangsung. Beeru juga berkomitmen menyampaikan perkembangan setelah hasil pengujian diterima dan informasi terkait telah terkonfirmasi.
Sebelumnya, Doktif mempertanyakan klaim nol kalori Beeru Stevia setelah menunjukkan dokumen hasil pengujian laboratorium yang mencantumkan kandungan karbohidrat dan energi pada produk tersebut.
Selain karbohidrat dan energi total, dokumen yang ditampilkan Doktif mencantumkan hasil pengujian sukralosa sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L) dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.
Doktif menyoroti kedua jenis pemanis buatan tersebut karena mengklaim keduanya tidak tercantum dalam daftar komposisi pada kemasan produk.
Doktif juga membandingkan hasil pengujian tersebut dengan ketentuan batas penggunaan pemanis buatan yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia menilai kadar kedua zat tersebut melampaui batas yang diperbolehkan dan meminta BPOM memeriksa serta menguji produk maupun pabrik yang memproduksinya.
