Site icon Klub Sehat Jakarta

Dinkes Mimika menggelar POPM cacingan untuk mencegah penurunan kecerdasan ribuan anak

PDF Scanner 15 03 23 11.05.192

Ringkasan Berita:

  • Jadwal: Dinkes Mimika mengadakan program pemberian obat cacing massal (POPM) pada Februari 2026.
  • Tujuan: Anak usia 1–12 tahun di seluruh wilayah Kabupaten Mimika.
  • Manfaat: Mencegah anemia, gangguan nutrisi, dan penurunan kecerdasan pada anak.
  • Imbauan: Orang tua wajib memastikan obat diminum, bukan sekadar disimpan di rumah.

 

Laporan Wartawan Klub Sehat Jakarta, Feronike Rumere

Klub Sehat Jakarta, MIMIKA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah kembali akan melaksanakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan pada Februari 2026.

Program ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan dua kali dalam setahun, yaitu pada Februari dan Agustus, sebagai upaya pencegahan penyakit cacingan pada anak-anak.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, mengatakan POPM Cacingan menargetkan anak usia 1 hingga 12 tahun di seluruh Kabupaten Mimika.

“Selama sebulan penuh nanti, anak-anak usia 1 sampai 12 tahun akan mendapatkan obat cacing. Kami sangat berharap masyarakat bisa menerima dan memastikan obat tersebut benar-benar diminum untuk memutus rantai penularan cacing,” kata Kamaludin di Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu, (31/1/2026).

Pemberian obat cacing akan dilakukan melalui berbagai layanan kesehatan dan pendidikan, seperti sekolah, posyandu, serta puskesmas. Selain itu petugas juga akan melakukan penyisiran terhadap anak-anak yang belum mendapatkan obat.

Meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus cacingan ekstrem di Mimika, Kamaludin menegaskan pencegahan tetap harus dilakukan secara rutin. Pasalnya, cacingan dapat berdampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak jika tidak ditangani.

“Jika tidak diintervensi, cacingan bisa menyebabkan anemia, gangguan nutrisi, hingga penurunan kecerdasan pada anak usia sekolah,” jelasnya.

Kecacingan umumnya berkaitan dengan kebersihan diri dan lingkungan, seperti kebiasaan bermain di tanah tanpa alas kaki, tidak mencuci tangan sebelum makan, serta sanitasi yang kurang baik.

Oleh karena itu, ia mengimbau orang tua untuk mendukung penuh program POPM Kecacingan dengan memastikan anak-anak meminum obat yang telah diberikan petugas.

“Kami berharap obat yang dibagikan benar-benar diminum, jangan hanya disimpan di rumah,” tambahnya.

Kabupaten Mimika di Provinsi Papua Tengah terdiri dari 18 distrik.

Mimika merupakan salah satu kota di Tanah Papua yang dijuluki Kota Dolar karena perputaran ekonomi di sana, paling tinggi di enam provinsi se-Tanah Papua.

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mimika 2025 – 2026 adalah Rp5.005.678 per bulan, lebih besar dibanding UMK Kota Jayapura yang merupakan Ibu Kota Provinsi Papua sebesar Rp4.436.283 per bulan.

Julukan itu diiyakan sebagian besar masyarakat Papua karena di sana terdapat perusahaan tambang emas berskala internasional yaitu PT Freeport Indonesia atau yang biasa disingkat PTFI, dan banyak pekerja dari luar Indonesia.(*)

Exit mobile version