Site icon Klub Sehat Jakarta

Langkah Kecil untuk Melindungi Organ Hati dari Kanker

AA1OMcau

Klub Sehat Jakarta Kerusakan hati yang berlangsung lama bukan hanya mengganggu fungsi tubuh, tetapi juga bisa berkembang menjadi kanker hati, salah satu jenis kanker dengan angka kematian tertinggi di dunia. Cegah dengan melakukan pemeriksaan kondisi liver.

Hati merupakan organ dalam terbesar manusia sehingga memiliki pekerjaan terberat untuk menopang berbagai macam fungsi tubuh. Segala macam zat kimia, racun, infeksi, hingga pencernaan akan melewati hati.

Gangguan pada organ vital ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus seperti hepatitis A, B, dan C, hingga gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tinggi lemak, serta obesitas yang memicu perlemakan hati (fatty liver).

“Gaya hidup tidak sehat seperti banyak mengonsumsi makanan manis dan berlemak bisa menyebabkan perlemakan hati, yang termasuk jadi penyebab utama kanker hati. Kalau di Indonesia, penyebab nomer satu kanker ini adalah infeksi hepatitis, baru diikuti dengan perlemakan,” papar Prof.Rino Alvani Gani Sp.PD, KGEH dalam temu media di Jakarta (18/10/2025).

Ia memaparkan, sekitar 60-70 persen kasus perlemakan hati atau penumpukan lemak di sekitar organ hati akan memicu peradangan dan kerusakan organ hati (sirosis). 

Kabar baiknya, perjalanan penyakit kanker hati cukup panjang, bisa 20-30 tahun.

“Pemeriksaan dan deteksi dini penyakit hati sangat penting, apalagi gejala penyakit kanker hati seringkali samar, bahkan tidak muncul sama sekali,” tutur Prof.Rino.

Menurut dia, pasien kanker hati seringkali merasakan gejala rasa nyeri pada perut bagian atas, pembengkakan perut, badan lemas, kulit kuning, atau berat badan turun tanpa sebab.

“Kanker hati sering tidak bergejala, bahkan ukuran tumornya sudah 10 sentimeter saja tidak bergejala. Kalau sudah muncul gejala seperti ini sudah terlambat,” kata dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Jakarta ini.

Deteksi dini organ hati

Mengingat perjalanan penyakit kanker hati yang panjang, jika kerusakan organ hati ditemukan sejak awal maka kerusakannya bisa diperlambat, bahkan dihentikan dengan obat-obatan dan terapi lain.

Prof.Rino merekomendasikan deteksi dini kesehatan hati pada orang yang memiliki riwayat kanker hati dalam keluarga, mengalami obesitas, punya penyakit diabetes dan hipertensi, serta ada penyakit hepatitis.

“Kalau punya faktor-faktor itu berarti masuk dalam golongan high risk. Lakukan pemeriksaan fibroscan, yaitu semacam USG hati dengan hasil yang akurat,” tuturnya.

Fibroscan membantu dokter mendiagnosis adanya jaringan parut (fibrosis), perlemakan hati, hingga tingkat keparahan hepatitis.

Sebelum terlanjur sakit, lakukan pencegahan sejak sekarang. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain adalah vaksinasi hepatitis B, pemeriksaan rutin jika memiliki riwayat hepatitis atau sirosis, batasi konsumsi alkohol, dan jaga berat badan ideal.

Exit mobile version