Site icon Klub Sehat Jakarta

3 tahap dehidrasi pada tubuh, jaga kelembapan tubuh sebelum semakin parah!

AA26zFcW

Kesibukan harian sering kali membuat kita lalai terhadap satu hal sepele namun penting, yaitu rutinitas minum air putih. Mulai dari mengurus keperluan anak, bekerja di depan layar, hingga menyelesaikan pekerjaan rumah, waktu terasa berjalan begitu cepat.

Saat tubuh mulai kekurangan air, dampaknya tidak langsung membuat kita sakit secara tiba-tiba, melainkan melalui beberapa tahapan proses yang sering kali tidak kita sadari. Kurangnya hidrasi tubuh bisa membawa kita masuk ke dalam tahapan dehidrasi.

Kemudian, ada berapa tahapan dehidrasi yang dialami oleh tubuh? Untuk menjawab rasa penasaran kamu, berikutKlub Sehat Jakartamengulas 3 tahapan dehidrasi pada tubuh. Yuk, simak sampai habis!

1. Dehidrasi ringan

Secara medis, tahapan kekurangan cairan pada dasarnya dibagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan kategori gejala yang dialami.

“Dehidrasi sebenarnya dibagi menjadi dehidrasi ringan, sedang, dan berat,” jelas dr. Cut Hafiah dalam acara “Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA” di Jakarta pada Selasa (23/6/2026).

Pada tahap awal, yaitu dehidrasi ringan, organ-organ tubuh kita mulai merasakan dampak penurunan volume air. Menariknya, tanda-tanda fisik pada tahap ini hampir tidak terlihat sama sekali dalam aktivitas sehari-hari kita.

“Jika dehidrasi ringan memang kita tidak merasakan (tidak ada gejala apa pun pada tubuh),” tambah Dr. Cut Hafiah.

Karena tidak ada gejala yang mencolok, banyak dari kita yang merasa tubuhnya masih sehat dan memilih untuk mengabaikan hidrasi tubuh, sehingga secara tidak sadar membiarkan kondisinya terus memburuk.

2. Dehidrasi sedang

Jika kebutuhan cairan tidak segera dipenuhi, tubuh akan secara otomatis beralih ke tingkat berikutnya yang mulai mengganggu produktivitas harianmu.

Gejala yang muncul pada fase ini sudah tidak bisa dianggap remeh lagi karena menyerang fungsi kognitif dan fisik sekaligus.

“Jika dehidrasi terjadi, mulai dari gangguan konsentrasi, kemudian bibir kering, lalu merasa lemas, hanya merasa seperti, oh, tekanan darah rendah, tapi ternyata kita kekurangan cairan tubuh,” ujar Dr. Cut Hafiah.

Bahayanya, jika kamu tetap nekat mengabaikan kondisi ini dan tidak segera memberikan asupan air, tubuhmu akan mengalami penurunan fungsi yang drastis.

“Jika sedang muntah, kita tidak memberikan cairan. Itu bisa kita sebut sebagai gangguan konsentrasi, dan kelemahan sedang membuat kita tidak bisa melakukan aktivitas apa pun,” jelas Dr. Cut Hafiah.

3. Dehidrasi berat

Tahapan yang paling kritis dan memerlukan penanganan segera adalah dehidrasi berat. Ketika tubuh benar-benar kehabisan cadangan air dan elektrolit, seluruh sistem metabolisme di dalam tubuh kita akan mengalami gangguan yang sangat serius.

“Jika ke arah berat, biasanya disertai dengan suhu tubuh yang sangat tinggi, berbagai macam, dan ada penyakit-penyakitnya,” jelas Dr. Cut Hafiah.

Efek samping dari fase berat ini tidak hanya membuatmu merasa tidak berdaya, tetapi juga memengaruhi sistem motorik.

“(Akibatnya) tubuh kita menjadi kaku karena kekurangan cairan elektrolit. Yang kita ketahui, jika elektrolit kurang, tubuh kita tidak dapat beraktivitas, segala sesuatu, dan kita tidak dapat melakukan fungsi tubuh sehari-hari,” tutup dr. Cut Hafiah.

Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga tubuh agar tetap terhidrasi sehingga tubuh tidak kekurangan cairan, apalagi mencapai tahapan dehidrasi berat.

Nah, inilah pembahasan mengenai 3 tahap dehidrasi pada tubuh. Semoga bermanfaat!

10 Makanan yang Mengandung Elektrolit untuk Mencegah Dehidrasi 7 Kandungan Melon untuk Kesehatan Ibu Hamil, Bisa Mencegah Dehidrasi 7 Cara Mencegah Ibu Hamil Dehidrasi, Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Exit mobile version