Site icon Klub Sehat Jakarta

Pakar Ungkap 8 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Ginjal Cepat Rusak Tanpa Disadari

AA1GQ8YD

Klub Sehat Jakarta – Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi menyaring darah, membuang limbah dan racun, mengatur keseimbangan elektrolit, serta membantu mengontrol tekanan darah.

Saat ginjal rusak, fungsinya dapat menurun dan menyebabkan penumpukan limbah dalam tubuh yang memicu berbagai masalah kesehatan.

Kerusakan ginjal bisa bersifat akut maupun kronis dan sering tidak terdeteksi pada tahap awal karena kemampuan adaptasi ginjal.

Namun, seiring waktu, dapat muncul gejala seperti tekanan darah tinggi, kelelahan, pembengkakan pada kaki atau wajah, dan perubahan pola buang air kecil.

Adapun, penyebab utama penyakit ginjal adalah diabetes, disusul tekanan darah tinggi, dikutip dari Mayo Clinic.

Selain itu, beberapa kebiasaan sehari-hari juga dapat memperberat kerja ginjal dan meningkatkan risiko kerusakannya.

Lantas, apa saja kebiasaan sehari-hari yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal?

Kebiasaan sehari-hari yang membuat ginjal cepat rusak

Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa memperberat kerja ginjal dan meningkatkan risiko kerusakan jangka panjang:

1. Konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Zullies Ikawati menjelaskan, penggunaan obat pereda nyeri atau analgesik dalam jangka panjang memiliki potensi efek samping.

Menurutnya, efek samping tersebut dapat muncul terutama jika obat digunakan terus-menerus tanpa pemantauan medis.

Jenis analgesik juga berpengaruh terhadap tingkat risiko, khususnya antara paracetamol (acetaminophen) dan NSAID seperti ibuprofen, diclofenac, atau naproxen.

“Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi paracetamol jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis, terutama jika disertai faktor risiko lain seperti dehidrasi, hipertensi, atau penggunaan bersamaan dengan NSAID,” jelas Zullies kepada Klub Sehat Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Dilansir dari National Kidney Foundation (NKF), penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan dapat membahayakan ginjal, terutama bagi seseorang yang sudah memiliki penyakit ginjal.

Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi penggunaan NSAID secara teratur dan tidak melebihi dosis yang dianjurkan.

2. Kurang minum air putih

Dokter spesialis penyakit dalam RS Saiful Anwar Malang, Syifa Mustika mengatakan, jarang minum air putih ataupun kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

“Risiko batu ginjal lebih tinggi jika seseorang tidak cukup minum air. Kekurangan cairan membuat urine menjadi lebih pekat, sehingga mineral lebih mudah mengendap dan membentuk batu ginjal,” ujar Syifa kepada Klub Sehat Jakarta (10/12/2024).

Air berperan penting dalam membantu ginjal membuang limbah dari tubuh, mencegah pembentukan batu ginjal, serta meningkatkan efektivitas obat untuk mengatasi infeksi saluran kemih (ISK).

Namun demikian, penderita penyakit ginjal stadium lanjut mungkin perlu membatasi asupan cairan sesuai anjuran dokter untuk mencegah kelebihan beban cairan pada ginjal.

3. Konsumsi garam berlebih

Pola makan tinggi garam atau natrium dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani kerja ginjal.

Sebagai alternatif, gunakan bumbu atau rempah-rempah alami sebagai pengganti garam dalam masakan.

Rasanya tetap bisa lezat, dan seiring waktu, indra perasa akan beradaptasi sehingga penggunaan garam bisa dikurangi secara bertahap.

4. Sering mengonsumsi makanan olahan

Sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa orang yang banyak mengonsumsi makanan olahan memiliki risiko penyakit ginjal hingga 24 persen lebih tinggi.

Pasalnya, makanan olahan biasanya mengandung banyak zat aditif buatan, gula tambahan, karbohidrat olahan, lemak tidak sehat, dan natrium.

5. Sering begadang

Tidur malam yang cukup tidak hanya penting bagi kesehatan secara umum, tetapi juga bagi fungsi ginjal.

Aktivitas ginjal diatur oleh siklus tidur dan bangun, yang membantu mengoordinasikan beban kerja ginjal selama 24 jam.

Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan tersebut dan menurunkan fungsi ginjal.

6. Terlalu banyak mengonsumsi gula

Asupan gula berlebih dapat menyebabkan obesitas, yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, di mana keduanya merupakan penyebab utama penyakit ginjal.

7. Terlalu lama duduk atau kurang bergerak

Aktivitas fisik teratur memberikan banyak manfaat, termasuk menjaga berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol tetap sehat.

Sebuah studi menunjukkan, penderita penyakit ginjal stadium lanjut yang rutin berolahraga memiliki risiko kematian sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak berolahraga.

8. Merokok

Merokok berdampak buruk pada hampir seluruh organ tubuh, termasuk ginjal.

Zat kimia dalam tembakau dapat mengganggu aliran darah ke ginjal, sehingga organ ini harus bekerja lebih keras untuk menyaring limbah.

Tekanan tambahan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis (PGK) atau mempercepat kerusakan ginjal yang sudah ada.

Selain itu, merokok juga dikaitkan dengan risiko kanker ginjal yang lebih tinggi.

Exit mobile version