Connect with us

Kesehatan

Seorang Lansia di Bangka Memakan Ampas Kelapa Demi Bertahan Hidup

Seorang Lansia di Bangka Memakan Ampas Kelapa

Seorang Lansia di Bangka Memakan Ampas Kelapa

BANGKA, Klub Sehat Jakarta – Seorang warga lansia di daerah Pohin, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Warga yang dipanggil Akew tersebut tinggal di sebuah gubuk hampir roboh dan tidak memiliki persediaan beras untuk makan.

Kondisi Akew menjadi viral setelah seorang relawan bernama Riche mengunggahnya di platform TikTok.

Unduhan tersebut telah dilihat 80.000 kali dan mendapatkan 2.300 tanda suka serta 243 komentar.

Banyak netizen yang menyoroti pemerintah terkait kondisi warga yang terkesan dibiarkan begitu saja.

“Kadang kita merasa tidak percaya, tapi benar adanya fakta bahwa masih ada saudara kita yang tidak memiliki beras di rumah,” tulis Riche, yang telah dikonfirmasi oleh Klub Sehat Jakarta, Senin (12/1/2026).

Keterangan Relawan

Riche mengungkapkan, Akew tinggal sendiri dalam kondisi sakit dan belum makan karena tidak ada beras untuk dimasak.

“Untung saya bawa beras,” kata Riche.

Untuk menghilangkan rasa lapar, Akew dilaporkan memanfaatkan ampas kelapa dan nangka rebus.

Makanan itu ditempatkan dalam mangkuk di meja yang sudah rapuh, namun belum tersentuh karena Akew kesulitan berpindah dari tempat tidurnya.

“Waktu datang bawa makanan, Akew langsung makan,” kata Riche.

Respons Dinas Sosial

Dalam wawancara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka, Bahrudin Bafa, mengatakan bahwa informasi mengenai Akew telah ditindaklanjuti oleh petugas.

“Beberapa hari yang lalu, sudah ditangani oleh aparat desa,” kata Bahrudin.

Ia memastikan, Akew pernah menerima bantuan rumah layak huni dari gereja, tetapi sekarang menghadapi kendala kartu identitas kependudukan.

“Tidak ada identitas karena tidak mau rekam ke Capil,” kata Bahrudin.

Bahrudin memastikan bahwa pemerintah memiliki program perlindungan sosial bagi warga yang kurang mampu.

Intinya komunikasi, nanti kita koordinasi bagaimana pun caranya ada bantuan sosial, banyak dari kementerian,pemangku kepentingan,” tutup Bahrudin.