Connect with us

General

5 pemeriksaan yang bisa digunakan untuk menilai kondisi jantung, apa saja?

Pemeriksaan Fisik Jantung 2

Klub Sehat Jakarta – Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit jantung koroner tidak hanya mengandalkan satu metode.

Dokter dapat menggunakan beberapa pemeriksaan untuk mendapatkan gambaran kondisi pasien.

Dokter Spesialis Penyakit Jantung & Pembuluh Darah RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, dr. Destrian Ekoputro W, Sp.JP, FIHA, menjelaskan sejumlah pemeriksaan tersebut dalam program Healthy Talk “Waspada Penyakit Jantung Koroner dan Kenali Gejalanya” yang tayang di YouTube Tribunnews dan Tribun Health pada Sabtu (21/9/2024).

1. Anamnesis

Pemeriksaan diawali dengan menggali riwayat kesehatan pasien dan keluarga.

“Nah, dari pemeriksaan kesehatan itu jelas nanti akan dianamnesa sama dokternya, ditanya-tanya riwayat sakitnya sekarang apa, kemudian riwayat keluarganya bagaimana.”

Informasi tersebut dapat membantu dokter mengarahkan pemeriksaan berikutnya.

2. EKG

Elektrokardiografi atau EKG digunakan untuk merekam aktivitas listrik dan melihat irama jantung.

“EKG atau elektrokardiografi itu melihat irama jantung.”

Hasil rekaman tersebut menjadi salah satu bagian dalam proses evaluasi kondisi jantung.

3. Rontgen dada

Rontgen dada dapat memberikan informasi mengenai kondisi jantung sekaligus membantu mencari penyebab lain dari nyeri dada.

“Foto ronsen dada itu nanti untuk melihat apakah jantungnya bengkak atau jantungnya tidak bengkak.”

Pemeriksaan ini juga dapat memperlihatkan kondisi paru-paru dan tulang.

4. Treadmill test

Treadmill dilakukan dengan membuat pasien beraktivitas sambil dilakukan perekaman jantung.

“Jadi, pasiennya disuruh lari, disuruh lari di atas alat treadmill sambil direkam jantungnya.”

Dokter menjelaskan perubahan tertentu dapat terlihat ketika jantung bekerja lebih cepat.

5. Ekokardiografi

Pemeriksaan berikutnya adalah ekokardiografi atau USG jantung.

“Nah, nanti dari pemeriksaan eko atau USG jantung itu juga bisa terlihat apakah pasien ini kira-kira ada penyakit jantung koroner atau tidak.”

Berbagai pemeriksaan tersebut digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi pasien. 

Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala tetap menjadi bagian penting dalam mendeteksi risiko maupun masalah jantung.

(Klub Sehat Jakarta)