General
Ayu Fauziyyah Adhimah, Sang Pendiri Pojokgizi.id
Mungkin selama ini Anda telah mengakrabi platform digital Pojokgizi.id? Bahkan, telah menjadikannya andalan untuk memperoleh informasi-informasi penting terkait gizi dan kesehatan?
Selamat! Syukurlah kalau Anda telah “menemukan” platform bermanfaat yang tepercaya tersebut. Sebuah platform edukasi gizi yang memang digagas dan didirikan oleh seorang ahli gizi profesional, yaitu Ayu Fauziyyah Adhimah, seorang Magister Ilmu Gizi lulusan Universitas Diponegoro Semarang.
*
Kebutuhan manusia akan makanan adalah sesuatu yang mutlak. Bagaimanapun manusia butuh asupan makanan supaya tubuhnya sehat dan kuat berkegiatan. Makin banyak kegiatan, bakalan makin banyak pula kebutuhan asupan makanannya.
Tentu saja untuk memiliki derajat kesehatan yang baik, asupan makanannya tak boleh sembarangan. Selain kuantitas atau jumlahnya cukup, kualitas atau mutunya wajib terjaga. Makin baik mutu asupan makanan ke tubuh seseorang, bakalan makin bagus kondisi kesehatannya.
Tak cuma berpengaruh pada kesehatan fisik. Makanan yang kuantitas dan kualitasnya bagus bakalan berpengaruh pula pada perkembangan intelegensia.
Akan tetapi, sayang sekali tak semua orang tahu perihal makanan yang berkualitas ini. Masih banyak yang makan asal kenyang dan enak. Tidak peduli dengan kandungan nutrisi yang terdapat di dalam makanan yang disantapnya.
Masih pula ada yang beranggapan bahwa makanan yang bergizi itu mahal. Kalau harus ada kandungan karbohidrat, vitamin, protein, dan zat-zat nutrisi lainnya tiap kali makan, itu dianggap berat di ongkos.
Alhasil, justru banyak yang kemudian asal-asalan dalam mengonsumsi makanan. Terlebih warga masyarakat dari kalangan menengah ke bawah, yang berkesimpulan bahwa keterbatasan uang untuk makan otomatis menutup akses terhadap makanan bergizi.
Tentu saja hal itu merupakan pemikiran sesat. Sebab faktanya, ada juga orang yang cukup duit dan tiap kali makan asal-asalan menunya. Jadi, privilese punya dana belanja yang banyak tidak serta-merta membuat orang bisa sadar gizi.
Kalau tahu ilmunya, jumlah uang belanja yang paspasan pun bisa disiasati sedemikian rupa hingga tetap bisa mengonsumsi makanan bergizi. Faktanya, banyak bahan pangan sumber nutrisi yang harganya terjangkau.
Mohon dipahami, makanan bergizi tidak selalu berarti makan nasi dengan lauk daging atau ikan yang berharga mahal. Kalaupun dikompleti buah, tak harus buah-buah yang langka dan mahal. Pun, kuantitasnya tidak yang harus banyak sekali.
Begitulah adanya. Sesungguhnya simpel, tetapi kerap kali dianggap pelik. Kiranya seperti itulah gambaran makanan bergizi di mata orang awam. Sementara kalau sudah memahami betul perihal makanan bergizi, menyediakannya dalam keseharian bukanlah hal ribet.
Dalam konteks masyarakat yang seperti itulah, munculnya platform digital untuk edukasi gizi amat bermanfaat. Bisa menjadi rujukan tempat bertanya tentang segala hal terkait gizi. Sekaligus sebagai sarana untuk mengkampanyekan pentingnya kandungan gizi dalam makanan sehari-hari.
Sosialisasi dalam format digital tentu sangat sesuai dengan era zaman sekarang. Di samping itu, jangkauannya bisa sangat luas. Tiap hari selama 24 jam penuh bisa diakses oleh siapa saja. Pun, sesuai dengan gaya hidup kekinian yang apa-apa serba dicari informasinya melalui berselancar di internet.
Dengan semangat untuk membantu masyarakat umum sekaligus memberikan referensi ilmiah kepada mahasiswa ilmu gizi dan praktisi gizi, Ayu Fauziyyah Adhimah mendirikan Pojokgizi.id (dulunya bernama Gizipedia).
Inisiatif Ayu Fauziyyah Adhimah untuk mendirikan platform gizi berbasis ilmiah itu terpantik dari keprihatinannya atas sederet permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia. Antara lain permasalahan stunting dan obesitas.
Melalui platform gizi yang didirikannya, Ayu bertekad untuk menyebarkan informasi yang akurat dan ilmiah terkait pengetahuan gizi. Hal ini sekaligus untuk melawan hoaks terkait kesehatan. Pun, meningkatkan kesadaran masyarakat akan gizi dan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi demi peningkatan kualitas hidup.
Kegigihan upaya Ayu Fauziyyah Adhimah tak sia-sia. Selain bisa membantu masyarakat umum serta praktisi gizi dan mahasiswa gizi, perjuangannya tersebut dianugerahi penghargaan SATU Indonesia Award pada tahun 2024.
Sungguh, itu merupakan sebuah penghargaan yang layak sekali bagi seorang Ayu Fauziyyah Adhimah. Apa yang dilakukannya terbukti memberikan dampak yang baik. Dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Demikianlah kisah inspiratif dari seorang anak muda ahli gizi yang berna Ayu Fauziyyah Adhimah. Semoga inspirasi yang ditebarkannya menjangkiti siapa saja untuk optimal berprestasi di bidangnya masing-masing. Termasuk Anda yang membaca tulisan ini dan saya yang menuliskannya. #APA2025-KSB
Salam.
