Connect with us

General

Cek Kesehatan Gratis di SDN 8 Gantung Beltim, Harsila: Bisa Deteksi Dini Penyakit

Ilustrasi cek 2022 03 01

Klub Sehat Jakarta – Kegiatan program cek Kesehatan gratis (CKG) di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinilai dapat berperan penting dalam mendeteksi dini penyakit para siswa.

Kepala SD Negeri 8 Gantung, Harsila Wati pun menyambut baik kedatangan petugas Puskesmas Gantung di Kecamatan Gantung dalam menjalankan program kesehatan di sekolahnya.

“Saya sangat senang ada pemeriksaan CKG ini, jadi dapat deteksi dini untuk siswa-siswi kami.

Pihak orang tua juga kadang belum tentu paham keluhan yang dirasakan anak.

Saat sudah parah baru buru-buru ke rumah sakit,” kata Harsila kepada Klub Sehat Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Pemeriksaan kesehatan ini, menurutnya, dapat mendeteksi penyakit lebih awal pada siswa.

Hal ini dapat memberikan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi, serta menurunkan risiko kecacatan dan kematian.

“Lebih baik kan kita mencegah daripada mengobati.

Jadi saat di pemeriksaan ini anak ketahuan mengalami gangguan kesehatan.

Langsung direkomendasikan sebagai tindak lanjut untuk ke Puskesmas Gantung,” kata Harsila.

Sebelum pihak puskesmas datang ke sekolah, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada orang tua dengan membagikan kuesioner kesehatan anak secara digital.

“Pemeriksaan CKG ini sudah mendapatkan persetujuan orang tua karena sebelumnya sudah disebarkan kuesioner untuk anak melalui online.

Kuesioner itu berisi persetujuan dan kuesioner kesehatan si anak,” kata Harsila.

Harsila bersyukur melihat siswa-siswi mengikuti rangkaian pemeriksaan secara lancar.

“Meskipun di awal gugup, syukurnya mereka dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan baik.

Sehingga seluruh rangkaian pemeriksaan dapat berjalan lancar tanpa kendala,” katanya.

Harsila juga menyoroti masalah siswa kurang beraktivitas fisik yang disebabkan penggunaan gadget (gawai) yang berlebihan.

“Kami sangat menyayangkan melihat anak-anak yang sekarang ketika pulang ke rumah main gadget berlebihan sampai membuat mereka lupa untuk melakukan aktivitas fisik,” ujarnya.

Ia berharap program CKG dapat terus berlanjut lebih rutin.

Puskesmas Gantung diharapkan dapat memberikan sosialisasi kesehatan anak terutama terkait bahaya gadget.

“Kami berharap program CKG itu dapat lebih rutin dilaksanakan dan terus berlanjut.

Selain pemeriksaan, kami berharap Puskesmas Gantung dapat memberikan sosialisasi kesehatan untuk anak-anak sekolah terutama terkait bahaya gadget,” kata Harsila.

Sementara itu, perasaan tegang menyelimuti wajah siswa siswi SD Negeri 8 Gantung saat  melihat kedatangan petugas kesehatan Puskesmas Gantung di sekolah mereka.

Rasa gugup dan takut itu semakin bertambah saat satu per satu siswa dipanggil untuk melakukan cek kesehatan.

Namun rasa tegang itu seketika sirna saat mereka dilayani secara penuh kesabaran dan kelembutan oleh petugas kesehatan.

Siswa tampak mengikuti arahan dan rangkaian kegiatan pemeriksaan.

Mulai dari pemeriksaan mata, tekanan darah, status gizi, gigi, fungsi telinga hingga ke pemeriksaan tes kebugaran untuk anak di usia 10 tahun ke atas.

(Klub Sehat Jakarta/Yunita Karisma Putri)

 

Continue Reading
Comments