General
Deretan ‘Tumbal’ Piala Presiden dari Skuad Persib Bandung! Salah Satunya Usai Kalahkan Persebaya Surabaya
Klub Sehat Jakarta — Piala Presiden tampaknya bukan turnamen yang bersahabat bagi Persib Bandung. Hampir di setiap edisi, selalu ada pemain Maung Bandung yang tumbang akibat cedera serius di ajang pramusim bergengsi ini.
Salah satu momen yang paling diingat tentu saja saat Ciro Alves mengalami cedera usai laga melawan Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2022.
Aksi emosional sang penyerang justru berujung petaka yang membuatnya harus menepi cukup lama.
Musim ini pun tak jauh berbeda. Persib Bandung kembali kehilangan pemain penting hanya beberapa saat setelah melakoni laga perdana di Piala Presiden 2025.
Pertandingan pembuka Grup A yang mempertemukan Persib Bandung dengan Port FC di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu, 6 Juli 2025, berujung duka.
Selain kalah dua gol tanpa balas, dua pemain andalan Persib Bandung dipastikan cedera.
Achmad Jufriyanto menjadi pemain pertama yang harus ditarik keluar akibat cedera setelah hanya bermain selama 10 menit.
Benturan keras dengan pemain Port FC, Bryan Vargas, membuat Jupe—sapaan akrabnya—mengalami patah tulang rusuk.
Bek senior itu langsung dilarikan ke rumah sakit dan dipastikan absen dalam waktu yang belum ditentukan.
Cedera Jupe menjadi kehilangan besar bagi lini belakang Persib Bandung yang membutuhkan pengalaman di kompetisi panjang.
Nasib serupa juga dialami rekrutan anyar, Saddil Ramdani. Pemain sayap lincah ini ditarik keluar saat turun minum karena mengalami cedera di pertengahan babak pertama.
Belum diketahui secara pasti seberapa parah kondisi Saddil. Namun, tim medis Persib Bandung menyebut ia harus menjalani observasi lanjutan untuk memastikan prognosis cederanya.
Sebelumnya, Persib Bandung juga mengalami kehilangan besar di Piala Presiden 2024. Winger andalan mereka, Febri Hariyadi, menjadi korban saat melawan Persis Solo.
Laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat pada 25 Juli 2024 itu menjadi mimpi buruk bagi Febri. Salah tumpuan saat mendarat membuat lutut kirinya mengalami cedera ligamen serius.
Febri Hariyadi bahkan harus menjalani operasi dan absen hampir sepanjang musim Liga 1 Indonesia 2024/2025. Ia baru comeback di pekan ke-30 menghadapi PSS Sleman dengan catatan tiga menit bermain.
Sepanjang musim itu, Bow—sapaan Febri—hanya bermain empat kali dan mengemas total 51 menit tanpa kontribusi gol maupun assist. Statistik yang jauh dari ekspektasi untuk pemain sekelas Febri.
Namun, kisah paling ikonik tetap milik Ciro Alves di Piala Presiden 2022. Saat melawan Persebaya Surabaya pada 17 Juni 2022, Ciro mencetak gol dan merayakannya dengan cara tak biasa.
Ia meluapkan emosinya dengan menonjok papan iklan di pinggir lapangan. Namun, aksi spontan itu justru membuatnya mengalami patah tulang di bahu kiri.
Ciro pun harus absen dalam beberapa laga awal Liga 1 Indonesia 2022/2023. Selain itu, performanya juga tidak kembali ke level terbaik setelah cedera tersebut.
Pada laga yang sama, Victor Igbonefo juga mengalami nasib sial. Bek senior itu mencetak gol melalui sundulan kepala, namun benturan dengan pemain Persebaya membuatnya mengalami patah tulang pipi.
Cedera tersebut membuat Igbonefo harus menepi cukup lama. Persib Bandung pun harus memutar otak untuk menambal lini belakang mereka kala itu.
Tren cedera yang menghantui Persib Bandung di ajang Piala Presiden kini menjadi kekhawatiran tersendiri. Turnamen yang seharusnya menjadi ajang pemanasan justru sering kali menimbulkan kerugian besar bagi Maung Bandung.
Tak sedikit bobotoh yang mulai mempertanyakan urgensi keikutsertaan Persib Bandung di ajang pramusim ini. Apalagi jika melihat catatan panjang para pemain yang harus naik meja perawatan usai tampil di Piala Presiden.
Dengan kompetisi Super League 2025/2026 yang sudah di depan mata, manajemen tentu harus waspada dan lebih selektif dalam menurunkan pemain inti di laga pramusim.
Kesehatan dan kebugaran pemain menjadi modal utama untuk berbicara banyak di liga.
Deretan cedera pemain seperti Achmad Jufriyanto, Saddil Ramdani, Febri Hariyadi, Ciro Alves, hingga Victor Igbonefo menjadi bukti Piala Presiden tak selalu menguntungkan.
Alih-alih menyiapkan tim, Persib Bandung malah kehilangan pilar penting di tiap edisinya.
Kini publik hanya bisa berharap tak ada lagi ‘tumbal’ dari skuad Maung Bandung di sisa gelaran Piala Presiden 2025.
Sebab, tujuan utama tetaplah meraih prestasi di Super League 2025/2026, bukan mengorbankan pemain untuk pertandingan yang hanya bersifat pramusim.
Dengan tren yang terus berulang ini, apakah sudah saatnya Persib Bandung mengevaluasi kembali partisipasinya di Piala Presiden? Atau justru menjadi momen pembelajaran agar lebih bijak dalam mengelola kebugaran tim di awal musim?
