Connect with us

General

Ini Perbedaan Asam Urat dan Nyeri Sendi Biasa, Cek Gejala Awalnya

AA1JQCTK

KALBAR TERKINI –  Asam urat adalah zat alami yang terbentuk dari pemecahan purin, yaitu senyawa yang banyak terdapat pada makanan seperti daging merah, jeroan, seafood, serta beberapa jenis kacang dan sayuran.

Dalam kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine. Namun, ketika jumlahnya berlebihan atau ginjal tidak mampu mengeluarkannya dengan baik, kadar asam urat dalam darah meningkat (hiperurisemia).

Kondisi ini bisa menyebabkan penumpukan kristal tajam di dalam sendi, yang memicu nyeri, bengkak, kemerahan, dan rasa panas, inilah yang dikenal sebagai penyakit gout atau rematik asam urat.

Serangan biasanya datang secara tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari, dan paling sering menyerang sendi jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, atau tangan.

Selain menyerang sendi, kadar asam urat tinggi juga dapat menimbulkan komplikasi lain seperti batu ginjal atau kerusakan sendi permanen jika tidak ditangani.

Faktor risiko utama meliputi pola makan tinggi purin, konsumsi alkohol, obesitas, gangguan ginjal, hingga faktor keturunan.

Karena itu, penting menjaga pola makan, berat badan ideal, serta rutin memeriksakan kadar asam urat agar tetap terkendali.

Perbedaan Asam Urat dengan Nyeri Sendi Biasa

AA1KPv4T

Berikut perbandingan gejala asam urat vs nyeri sendi biasa supaya lebih mudah dikenali:

Gejala Asam Urat

  • Nyeri datang tiba-tiba & sangat intens – biasanya menyerang malam/dini hari.
  • Lokasi spesifik – sering mengenai jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, atau tangan.
  • Sendi bengkak, merah, panas – terlihat jelas peradangan.
  • Nyeri membaik, lalu kambuh lagi – serangan bisa hilang sendiri, tapi muncul kembali di kemudian hari.
  • Nyeri sangat sensitif – bahkan disentuh kain atau selimut tipis terasa sakit sekali.

Gejala Nyeri Sendi Biasa (misalnya karena kelelahan atau cedera ringan)

  • Nyeri muncul perlahan – biasanya setelah aktivitas berat atau cedera.
  • Lokasi lebih bervariasi – bisa di lutut, pinggang, punggung, atau bahu.
  • Jarang ada kemerahan/panas – lebih terasa pegal, ngilu, atau kaku.
  • Membaik dengan istirahat/pijat – tidak kambuh tiba-tiba seperti asam urat.
  • Sensasi nyeri lebih ringan – masih bisa ditoleransi dan tidak terlalu sensitif.

Jadi, kunci membedakannya ada pada intensitas nyeri, waktu serangan, dan adanya bengkak-merah-panas pada sendi tertentu.

Gejala Awal

Berikut penjelasan tentang gejala awal asam urat yang biasanya muncul:

1. Nyeri mendadak pada sendi

Biasanya menyerang pada malam atau dini hari, rasa nyeri terasa sangat kuat meski area sendi hanya disentuh ringan.

2. Bengkak pada sendi

Sendi yang terkena (umumnya jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, atau tangan) tampak membengkak.

3. Kemerahan dan terasa hangat

Kulit di sekitar sendi bisa tampak merah keunguan dan hangat saat disentuh.

4. Sendi kaku dan sulit digerakkan

Akibat nyeri dan peradangan, penderita merasa sendi terkunci dan sulit melakukan aktivitas.

5. Nyeri yang hilang timbul

Pada awalnya, serangan nyeri berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari, kemudian hilang sendiri, namun bisa kambuh kembali di kemudian hari dengan intensitas lebih parah.

Banyak orang sering mengira nyeri awal ini hanya pegal biasa, padahal bisa menjadi tanda asam urat.

***

Continue Reading
Comments