General
Rahang tidak simetris bisa ditangani tanpa operasi, dokter jelaskan pilihan tindakan
Klub Sehat Jakarta – Tidak semua rahang yang tidak simetris membutuhkan operasi.
Pada kondisi skeletal yang tidak terlalu berat, dokter dapat mempertimbangkan perawatan kompromi sebagai salah satu pilihan.
Dokter Gigi Spesialis Orthodonsia dari Happy Dental Clinic, Trans Studio Makassar, drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp. Ort(k), menjelaskan hal tersebut dalam Healthy Talk “Benarkah Kawat gigi Bisa Perbaiki Bentuk Rahang Tidak Simetris?” yang tayang di YouTube Tribunnews dan Tribun Health pada Sabtu (30/12/2023).
Menurutnya, pilihan terapi harus didasarkan pada penyebab dan tingkat keparahan asimetri.
Masalah skeletal berat memiliki penanganan berbeda dibandingkan kasus yang masih dapat dikompromikan.
“Kalau dia soal skeletal, maka tergantung skeletalnya. Kalau dia parah, maka pasti membutuhkan namanya bedah ortognatik,” kata drg. Ardiansyah.
Sementara untuk kondisi yang tidak parah, dokter dapat menggunakan pendekatan kompromi.
“Tapi kalau tidak parah, ada namanya perawatan kompromi. Itu bisa kita taktisi,” ujarnya.
Pilihan tersebut membuat pemeriksaan awal menjadi sangat penting.
Pasien perlu mengetahui terlebih dahulu apakah asimetri yang dialami termasuk masalah dental atau skeletal, serta seberapa berat perbedaannya.
“Pasien harus siap dengan itu, dengan segala terapinya,” ujar drg. Ardiansyah.
Dalam kasus yang hanya berkaitan dengan gigi, perawatan dental dapat digunakan.
Sebaliknya, apabila terdapat masalah skeletal berat, dokter dapat mengarahkan pasien pada bedah ortognatik.
“Kalau dia hanya dental, maka kita gunakan perawatan dental. Tapi kalau kita lihat bahwa ada faktor skeletal yang parah, ya yang parah, kalau dia ringan maka kita bisa menerapi dengan perawatan kompromi, itu bisa kita lakukan,” jelasnya. Pasted markdown
“Kalau dia parah, maka bedah ortognatik,” lanjutnya.
Dengan demikian, keberadaan asimetri tidak otomatis berarti pasien harus menjalani operasi.
Tingkat keparahan dan penyebab menjadi faktor utama.
Perawatan kompromi juga menunjukkan bahwa tujuan terapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Karena struktur skeletal tidak selalu dapat dibuat sepenuhnya ideal melalui ortodonti, dokter perlu mempertimbangkan hasil yang realistis.
Karena itu, pasien sebaiknya tidak menentukan sendiri apakah membutuhkan operasi atau cukup dengan behel.
Keputusan tersebut perlu dibuat berdasarkan pemeriksaan dan analisis ortodonti.
(Klub Sehat Jakarta)
