General
Waspada! BPOM Ungkap 18 Produk Obat dan Suplemen Berbahaya yang Mengancam Nyawa
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia kembali mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat. Pada awal September 2025, BPOM mengumumkan temuan mengejutkan terkait 18 produk obat tradisional dan suplemen kesehatan yang beredar di pasaran Indonesia. Produk-produk ini ternyata mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa konsumen.
Temuan ini merupakan hasil dari pengawasan intensif yang dilakukan BPOM selama bulan Juli 2025. Tim pengawas melakukan sampling dan pengujian laboratorium terhadap 1.680 sampel obat tradisional berbahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan yang beredar di berbagai wilayah Indonesia. Pengujian tidak hanya dilakukan pada produk yang ditemukan di lapangan, tetapi juga dilanjutkan dengan penelusuran mendalam ke fasilitas distribusi dan produksi.
Kepala BPOM Republik Indonesia, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa penambahan bahan kimia obat dalam produk yang seharusnya berbasis bahan alam merupakan pelanggaran serius yang sangat membahayakan kesehatan masyarakat. “Produk-produk ini sering diklaim sebagai jamu atau suplemen herbal, padahal mengandung zat aktif obat yang dapat menimbulkan efek samping berbahaya bila dikonsumsi tanpa pengawasan medis,” ungkap Taruna Ikrar dalam keterangan resminya.
Dari 18 produk yang ditemukan mengandung BKO, terdapat kategorisasi yang mengkhawatirkan. Sembilan produk merupakan obat tradisional berbahan alam tanpa nomor izin edar (NIE), enam produk mencantumkan nomor izin edar fiktif, dan tiga produk dengan nomor izin edar yang telah dibatalkan. Hal ini menunjukkan betapa sistematis dan terorganisirnya praktik ilegal ini.
Bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam produk-produk tersebut sangat beragam dan masing-masing memiliki risiko kesehatan yang serius. Delapan produk obat tradisional berbahan alam ilegal mengandung bahan kimia obat yang didominasi kandungan sildenafil, tadalafil, atau nortadalafil dengan klaim dapat menambah stamina atau vitalitas laki-laki. Penggunaan bahan-bahan ini tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan efek samping berbahaya seperti penurunan tekanan darah drastis, gangguan jantung, hingga kematian mendadak.
Enam produk lainnya mengandung bahan kimia obat deksametason, parasetamol, klorfeniramin maleat, atau natrium diklofenak dengan klaim untuk mengatasi pegal linu. Deksametason adalah kortikosteroid yang penggunaannya harus sangat hati-hati karena dapat menyebabkan efek samping jangka panjang seperti osteoporosis, diabetes, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.
Dua produk obat tradisional berbahan alam ditemukan mengandung bahan kimia siproheptadin dengan klaim dapat meningkatkan nafsu makan. Siproheptadin adalah antihistamin yang dapat menyebabkan kantuk berlebihan, gangguan koordinasi, dan masalah kardiovaskular jika digunakan sembarangan.
Yang tidak kalah mengkhawatirkan, dua produk suplemen kesehatan ditemukan mengandung bahan kimia melatonin dengan klaim untuk memelihara kesehatan. Meskipun melatonin relatif lebih aman, penggunaannya tanpa dosis yang tepat dapat mengganggu siklus tidur alami dan menyebabkan ketergantungan.
BPOM menekankan bahwa masyarakat harus lebih waspada dalam memilih produk kesehatan. Selalu periksa nomor izin edar, beli dari apotek atau toko obat resmi, dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi produk apapun. Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan demi keuntungan sesaat.
