Kesehatan
Fokus menurunkan stunting, Pemkab Mempawah menyusun strategi besar untuk meningkatkan layanan kesehatan
Ringkasan Berita:
- Penyusunan dokumen strategis tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat perbaikan kinerja sektor kesehatan sekaligus menjawab berbagai tantangan pelayanan yang masih dihadapi masyarakat.
- Kegiatan tersebut diadakan pada Jumat, 26 Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Klub Sehat JakartaPemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyusunan Performance Improvement Plan (PIP) Dana Alokasi Umum (DAU) Specific Grant Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2026–2027.
Penyusunan dokumen strategis tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat perbaikan kinerja sektor kesehatan sekaligus menjawab berbagai tantangan pelayanan yang masih dihadapi masyarakat.
Kegiatan tersebut diadakan pada Jumat, 26 Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Langkah ini difokuskan untuk mendorong peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta Indeks Kinerja Kesehatan Daerah (IKKD) yang berdasarkan hasil evaluasi masih menunjukkan sejumlah indikator yang belum mencapai target optimal.
Pemerintah daerah berharap melalui penyusunan rencana perbaikan yang terukur, kualitas pelayanan kesehatan dapat meningkat secara signifikan dalam dua tahun mendatang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Abdul Malik, mengungkapkan bahwa Kabupaten Mempawah termasuk salah satu dari 28 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima bimbingan langsung dari pemerintah pusat dalam penyusunan strategi peningkatan kinerja pelayanan kesehatan daerah.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Menurut Abdul Malik, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah masalah mendasar yang memerlukan perhatian serius.
Beberapa di antaranya meliputi proses pelayanan terhadap pasien yang lambat, keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan di sejumlah fasilitas pelayanan, hingga masih tingginya prevalensi stunting yang menjadi tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Berdasarkan hasil evaluasi, capaian Standar Pelayanan Minimal maupun indikator kinerja kesehatan daerah masih belum mencapai tingkat yang diharapkan. Oleh karena itu, seluruh permasalahan harus dipetakan secara komprehensif dengan pendekatan berbasis data agar solusi yang disusun benar-benar tepat sasaran, mulai dari peningkatan kecepatan pelayanan pasien, pemenuhan fasilitas kesehatan, hingga percepatan penanganan stunting,” kata Abdul Malik.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan empat fokus utama dalam penyusunan Performance Improvement Plan.
Empat prioritas tersebut mencakup identifikasi akar masalah secara menyeluruh, penentuan target kinerja yang dapat diukur seperti upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), penyusunan mekanisme evaluasi secara berkala, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan berbagai program pengembangan kompetensi.
Abdul Malik menegaskan bahwa keberhasilan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan tidak dapat diwujudkan hanya oleh sektor kesehatan sendiri.
Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat antara seluruh organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah pusat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar setiap program dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui keterlibatan lintas sektor yang terintegrasi, pemerintah daerah optimis mampu menyusun dokumen perencanaan yang mencakup indikator intervensi, data dasar (baseline), target capaian yang realistis, hingga rencana implementasi program kesehatan secara komprehensif untuk Tahun Anggaran 2026–2027.
Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Mempawah diharapkan semakin meningkat, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi lebih baik, serta berbagai indikator pembangunan kesehatan daerah dapat mengalami peningkatan secara berkelanjutan.
(*)
–Ikuti Instagram Tribun PontianakIG TRIBUN
–Dapatkan Berita Viral Melalui SaluranWhatsApp
–Baca Berita Terbaru diBERITA GOOGLE
