Connect with us

Kesehatan

Jari mereka terluka oleh pisau, Cinta Laura mengungkap satu pemicu dokter memutuskan untuk operasi, ada ancaman bahaya

Klub Sehat Jakarta– Aktris sekaligus penyanyi Cinta Laura Kiehl sempat membuat heboh setelah menjalani operasi karena jarinya terluka oleh pisau.

Kini, Cinta Laura memberikan penjelasan mengenai kondisi jarinya yang harus menjalani operasi setelah mengalami kecelakaan saat menggunakan pisau daging.

Melalui akun X pribadinya, Cinta menjawab berbagai pertanyaan netizen yang bingung mengapa luka yang dianggap hanya luka ringan itu sampai membutuhkan tindakan medis serius di rumah sakit.

Sebelumnya, dia mengungkapkan bahwa jarinya masih terasa sakit.

Banyak komentar yang meragukan kondisi lukanya, sehingga ia merasa perlu menjelaskan situasi sebenarnya.

“Untuk menjelaskan karena cukup banyak yang bingung, ‘kenapa luka itu sampai harus ke rumah sakit?'” tulis Cinta dalam unggahannya yang dikutip Grid.ID pada Selasa (12/5/2026).

Ia kemudian menegaskan bahwa cedera yang dialaminya bukan sekadar luka gores biasa. Menurutnya, luka tersebut terjadi akibat terkena pisau daging dengan sayatan cukup dalam hingga mencapai tulang.

“Kakak-kakak, lukanya bukan hanya lecet. Kemarin aku tertusuk pisau tukang daging dan lukanya cukup parah sampai ke tulang,” jelasnya.

Cinta juga menyatakan bahwa dokter memutuskan untuk melakukan operasi demi memastikan tidak ada pembuluh darah penting yang mengalami kerusakan akibat sayatan tersebut.

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dinilai cukup berbahaya.

“Dokter memutuskan untuk melakukan operasi, bukan hanya jahitan di IGD, karena takut ada pembuluh darah vital yang ikut terpotong. Tapi alhamdulillah semuanya aman,” lanjutnya.

Di akhir penjelasannya, penyanyi lagu “Oh Baby” itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar dan netizen yang telah memberikan doa serta dukungan untuk proses pemulihannya.

“Terima kasih untuk semua yang sudah mendoakan. Aku benar-benar menghargainya,” tutup Cinta.

2 Pertolongan Pertama pada Luka yang Harus Dilakukan

Hampir setiap orang pernah mengalami luka pada tubuhnya, baik luka kecil maupun luka yang besar.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang abai dan menganggap luka tidak perlu terlalu dikhawatirkan serta tidak perlu pertolongan segera, karena dianggap akan sembuh sendiri nantinya.

Padahal seharusnya, luka pada tubuh harus segera ditangani dengan tepat.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Adisaputra Ramadhinara, Ahli Luka Terlatih, dalam diskusi daring bertajuk Keluarga Hansaplast, Merawat Luka Akut dengan Tepat.

Adi menjelaskan, luka sebenarnya dibagi menjadi dua yaitu luka akut dan luka kronis.

1. Luka akut

Untuk diketahui, luka akut dibagi menjadi dua macam, yaitu yang berukuran kecil dan berukuran besar.

“Berdasarkan onset terjadinya luka, kita dapat menggolongkan luka menjadi luka akut dan luka kronis,” kata Adi, Senin (12/10/2020).

Luka akut adalah jenis luka yang sering kita temui sehari-hari dan biasanya terjadi pada individu yang sehat.

Adi berkata, sebagian besar luka akut yang sering kita temui sehari-hari, seperti luka akibat jatuh atau tergores, yang umumnya memang bisa dirawat sendiri di rumah.

Namun, luka akut yang lebih parah, seperti luka bakar tingkat tiga, luka yang luasnya lebih besar dari satu telapak tangan, atau luka bakar yang menyerang wajah dan sendi harus segera mendapatkan pertolongan di rumah sakit.

2. Luka kronis

Luka kronis adalah luka yang terjadi pada individu yang sudah menderita penyakit lain seperti diabetes, gangguan aliran darah, atau pada individu yang harus terbaring dalam jangka waktu yang lama karena suatu penyakit.

Sementara itu, untuk luka kronis, sangat disarankan untuk segera diperiksa ke rumah sakit, karena penanganan luka kronis membutuhkan perhatian khusus yang hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Pertolongan pertama pada luka

Dijelaskan oleh Adi, ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan jika terjadi luka kecil yang mendadak, baik di jalan maupun saat di rumah saja.

1. Bersihkan luka

Langkah pertama untuk merawat luka akut di rumah adalah membersihkan luka dengan cairan antiseptik yang aman untuk jaringan luka.

Usahakan menggunakan cairan antiseptik yang mengandung Polyhexanide (PHMB), agar proses penyembuhan dapat efektif dan nyaman tanpa menimbulkan rasa perih.

Salah satu jenis cairan antiseptik yang mengandung PHMB adalah Hansaplast Spray Antiseptik yang juga tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit pada luka saat digunakan.

Adi menekankan, pembersihan pada luka harus dilakukan untuk memastikan jaringan lesi tersebut tidak menyisakan kotoran di sekitar areanya.

2. Tutup dengan plester

Adi melanjutkan, setelah luka dibersihkan dengan cairan antiseptik, jangan lupa untuk menutup luka dengan menggunakan plester yang sesuai dengan ukuran luka.

Untuk luka yang berukuran besar, tentu perlu menggunakan plester ukuran besar agar dapat menutup luka dengan lebih baik dan mencegah risiko infeksi akibat paparan kotoran dan bakteri.

“Jika luka cenderung kering, oleskan salep luka hansaplast sebelum luka ditutup dengan plester untuk menjaga kelembapan pada jaringan luka,” katanya.

Menurut Adi, penggunaan plester untuk area tubuh yang terluka seharusnya tidak diragukan lagi dan sebaiknya diganti secara rutin jika sudah basah terkena air.

Karena, jika tetap menggunakan plester yang basah akan membuat luka dalam kondisi lembap.

Penanganan untuk luka akut yang parah dan kronis

Untuk luka akut yang lebih parah dan luka kronis, disarankan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Namun, penanganan luka tetap dapat dilakukan terlebih dahulu dengan membersihkan luka menggunakan cairan antiseptik dan menutup luka dengan plester, sebelum pasien dibawa ke rumah sakit.

Klub Sehat Jakarta

Continue Reading
Comments