Trigliserida dan Kolesterol, Apa Bedanya?
Bagikan Halaman Ini

Beberapa sumber makanan bebas kolesterol (ilustrasi)


REPUBLIKA.CO.ID, Kedua istilah ini kerap kali membingungkan. Bagi orang awam, trigliserida dan kolesterol sama-sama merujuk pada unsur kolesterol. Dr dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam, mengungkapkan bahwa ada perbedaan mendasar di antara keduanya.

Trigliserida adalah sejenis lemak yang ada dalam tubuh. Tubuh kita memerlukannya untuk menghasilkan energi. Jika makanan yang kita makan jumlah kalorinya melebihi kebutuhan, kelebihannya akan diubah oleh hati menjadi trigliserida.

Trigliserida akan disimpan dalam sel-sel lemak. Jika tubuh memerlukan energi, trigliserida akan diambil kembali dan diubah menjadi energi. Jika kita terus-menerus makan dengan jumlah kalori yang melebihi kebutuhan, trigliserida akan terus disimpan dalam tubuh dan kadarnya meningkat.

Trigliserida dan kolesterol sama-sama merupakan lemak yang beredar dalam tubuh, tetapi jenisnya berbeda. Fungsinya pun berbeda. Jika trigliserida menghasilkan energi, maka kolesterol digunakan untuk membangun sel-sel tubuh dan hormon.

Trigliserida tinggi, seperti kolesterol, juga merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Sebuah penelitian melaporkan, berapa pun kadar kolesterol jahat (LDL) seseorang, normal ataupun tinggi, dengan adanya kadar trigliserida tinggi, maka risiko terkena penyakit jantung dan stroke akan meningkat. Apalagi, bila Anda gemuk sekali, perut Anda membuncit, mempunyai tekanan darah tinggi, atau sakit kencing manis.

Untuk mengatasi kadar trigliserida yang meningkat, sebelum memakai obat, lakukan terlebih dahulu perubahan gaya hidup. Respons penurunan trigliserida biasanya sangat baik dengan melakukan modifikasi gaya hidup.

Zubairi lantas menyarankan agar kita menerapkan pola hidup sehat. Namun, sebelum itu, dia pun memberikan beberapa tips untuk memperbaiki kesehatan seperti melakukan pemeriksaan kadar gula darah untuk mengetahui apakah kita menderita diabetes (kencing manis) atau tidak. Kadar trigliserida tinggi dapat disebabkan oleh resistensi insulin (hormon insulin yang mengatur kadar gula darah tidak dapat bekerja dengan baik).

Resistensi insulin merupakan sebab terjadinya diabetes. Resistensi insulin juga terjadi pada orang yang mengalami obesitas (kegemukan) sehingga kadar trigliserida meningkat. Walaupun tidak terlihat gemuk, berhati-hatilah jika di sekitar pinggang banyak bertumpuk lemak sampai perut terlihat buncit karena bisa menyebabkan resistensi insulin.

Tubuh akan menyimpan trigliserida jika kita makan makanan berkalori tinggi. Jadi, untuk menurunkan kadarnya, kita harus membatasi makanan berkalori tinggi, yang sumbernya adalah karbohidrat dan gula. Sering kali orang telah berdiet rendah lemak, namun tetap tinggi karbohidrat. Sumber karbohidrat, misalnya, nasi, roti, kentang, jagung, singkong. Selain mengurangi asupan karbohidrat, pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, misalnya, nasi merah atau roti gandum dibanding nasi putih atau roti putih. Sebaiknya juga mengurangi makan dua jenis karbohidrat sekaligus, misalnya, hindari makan nasi dengan lauk mi goreng.

Buah dan sayur harus dimakan masing-masing tiga kali sehari (enam porsi) atau setidaknya lima porsi buah dan sayur sehari. Olahraga rutin harus ditingkatkan, untuk permulaan minimal tiga kali seminggu dulu. Lakukan selama minimal 30 menit. Olahraga yang dilakukan bersifat aerobik, seperti jalan cepat, lari, bersepeda, atau berenang. Jika tidak sempat, lakukan “olahraga” sambil beraktivitas sehari-hari, misalnya, memilih menggunakan tangga dibandingkan lift, parkir di tempat yang agak jauh, atau sit-up, push-up, atau lari di tempat sambil menonton televisi. Hindari kebiasaan “ngemil” sambil menonton televisi.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat tersebut, dikombinasikan dengan menghentikan merokok, menghentikan minuman beralkohol, serta memperbanyak silaturahim-sudah dibuktikan di banyak penelitian ilmiah di banyak negara, termasuk di Amerika-kita terhindar dari stroke, kanker, serangan jantung, dan akan hidup sehat pada usia 73 tahun.

Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/12/01/19/ly1ddd-trigliserida-dan-kolesterol-apa-bedanya

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.