Pembuangan gas dari dalam tubuh terjadi melalui mulut atau sendawa dan juga anus atau biasa disebut kentut (flatus).

Pada budaya Asia atau Indonesia khususnya, ada resiko memiliki budaya malu bila membuang gas terutama kentut pada keramaian maupun pada pasangan yang sedang berduaan. Tentu saja resiko yang dimaksud adalah resiko kesehatan yang bisa saja minor namun bisa juga resiko besar hingga dapat mengancam jiwa!

Wah semenakutkan itu? Ya, resiko pada tiap orang memang berbeda-beda sangat tergantung pada kondisi kesehatan orang tersebut. Pada umumnya gas yang tertahan pada usus bagian bawah akibat dari menahan flatus, akan menimbulkan kantong-kantong pada usus bagian atasnya yang dinamakan divertikula. Hal ini akan menyebabkan
perut kembung, terasa panas maupun nyeri. Denyut jantung juga jadi meningkat dan bukan itu saja tekanan darah juga mengalami peningkatan. Divertikula atau menggelembungnya usus juga bisa berakibat usus sobek dan infeksi.

Pada kondisi kesehatan seseorang yang sedang buruk atau manula, infeksi pada usus meningkatkan resiko kematian lebih tinggi lagi.

Darimana datangnya gas yang menimbulkan rasa ingin kentut atau sendawa? Gas pada tubuh seseorang dihasilkan dari udara yang terhirup, makanan bergas tinggi, makanan dengan pemanis buatan, bakteri penghasil gas pada usus, dan lain sebagainya.

Kebiasaan mengunyah permen karet akan meningkatkan kemungkinan terhirupnya udara. Mengkonsumsi makanan bergas tinggi seperti tercampurnya sayuran dan buah-buahan dalam waktu bersamaan di perut, minuman bersoda dan juga susu berlactosa tinggi. Sebisa mungkin kurangi mengunyah permen karet, berikan jarak antara konsumsi buah dan sayuran terutama buah seperti semangka / melon. Juga hindari mencampur buah semangka / melon dengan buah-buahan lain. Konsumsi kedua buah tersebut tanpa buah yang lain.

Solusi terbaik adalah sebaiknya tidak menahan kentut maupun sendawa. Pada situasi yang tak memungkinkan segera menjauh dengan mencari tempat yang tepat untuk membuang gas. Sendawa dan flatus adalah reaksi tubuh alami yang baik bagi tubuh, sebaiknya jangan pernah menahannya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: